Pendidikan
Kurikulum Sebagai Produk Zaman : Transformasi Pendidikan Menengah Menuju Pembelajaran Mendalam
Kurikulum di Indonesia hampir selalu datang dengan janji yang sama, meningkatkan mutu, menata arah, dan memerdekakan proses belajar. Namun, di ruang-ruang kelas, janji itu terlalu sering pecah menjadi rutinitas administratif: dokumen baru, istilah baru, format baru, sementara wajah pembelajaran tetap lama. Guru dikejar target penuntasan materi, peserta didik dibebani latihan soal berlapis, dan sekolah diukur melalui angka-angka yang miskin makna. Di tengah hiruk-pikuk perubahan kurikulum, justru muncul ironi yang mengganggu: akses ke sekolah makin luas, tetapi kualitas belajar belum bergerak secepat yang dijanjikan. Kepada para guru, buku ini dihadirkan sebagai undangan untuk merebut kembali peran strategis sebagai perancang kurikulum di tingkat praktik: mereka yang menerjemahkan dokumen menjadi pengalaman belajar yang hidup. Kepada para kepala sekolah, pengambil kebijakan, dan pengelola lembaga pendidikan, buku ini menawarkan cermin yang jujur untuk menilai apakah kebijakan yang dibuat benar-benar mempermudah praktik pembelajaran mendalam atau justru menambah beban administratif yang menguras energi. Kepada para mahasiswa pendidikan, peneliti, dan pegiat kebijakan, buku ini dapat menjadi bahan refleksi untuk merumuskan agenda riset dan advokasi yang lebih berpihak pada kualitas pengalaman belajar peserta didik.
Tidak tersedia versi lain