Buku ini merupakan sebuah otobiografi penulis di saat-saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Buku ini merupakan buku ketiga dari judul yang sama. Isi cerita di dalam buku ini merupakan kelanjutan dari buku-buku terdahulu. Buku ini dimulai dari bab keenam belas sampai dengan bab kedua puluh. Cerita di dalam buku ini dimulai dari perang Pasifik, di saat Jepang menduduki Indonesia hingga…
Buku ini merupakan lanjutan dari buku bagian pertama yang menceritakan kisah Bung Hatta dalam menyelesaikan pendidikannya di bidang ekonomi hingga saat Bung Hatta menjalani pembuangan ke Boven Digul sebelum akhirnya dipindahkan ke Banda Neira.
Buku ini menjawab banyak pertanyaan tentang Bung Hatta sebagai pribadi, politisi, maupun negarawan. Meski sejak muda anti-Belanda, kenapa akhirnya ia memilih melanjutkan belajar di negeri penjajah? Kenapa ia tak bergabung dengan Tan Malaka, aktivis pergerakan kemerdekaan lain yang ia kenal di sana? Bagaimana ia memandang peristiwa penculikan dwitunggal Sukarno-Hatta oleh para pemuda, sehari seb…
Buku ini berusaha mengambil intisari dari inspirasi para tokoh Indonesia dari berbabagi sumber. Ada inspirasi enam tokoh yang terangkum dalam buku ini. Tokoh tersebut adalah R.A. Kartini, Ir.Soekarno, Mohammad Hatta, H.B. Jassin, B.J. Habibie dan Gus Dur.
Buku ini mengangkat perjalanan hidup kakek dari Presiden Prabowo Subianto, Margono Djojohadikusumo, seorang tokoh sentral dalam pembentukan awal sistem keuangan nasional Indonesia pasca-kemerdekaan. Peluncuran buku dilakukan di Kompas Institute, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2025).
Makalah ini membahas latar belakang dan perjuangan Cut Nyak Dhien dalam melawan kolonialisme Belanda di Aceh. Cut Nyak Dhien lahir dari keluarga bangsawan dan taat beragama. Ia berjuang bersama suaminya melawan serangan Belanda di Aceh sejak 1873 hingga akhir hidupnya.
Her Suganda menapaktilasi perjalanan Bung Karno selama13 tahun (1921-1934) di Bandung, dan menceritakan kisah menarik itu lewat buku ini. Pelajaran politik pertama didapat Soekarno di Surabaya, dari gurunya H.O.S. Tjokroaminoto. Namun, “kawah candradimuka” Sang Bapak Bangsa adalah Bandung.
Buku ini menceritakan kisah hidup dan perjuangan Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, presiden Indonesia ke-3, mulai dari masa kecil hingga menjadi Bapak Teknologi Indonesia dan presiden. Buku ini diharapkan dapat memberi inspirasi kepada pembaca, khususnya anak muda, melalui ucapan-ucapan motivasi Habibie.
-